misty
Artikel » 3 Asumsi Berbahaya Seorang Worship Leader | 02 Dec 2015 - 13:57

3 Asumsi Berbahaya Seorang Worship Leader

Saya sudah 20 tahun memimpin pujian, dan dari waktu ke waktu ada banyak sekali asumsi yang muncul dipikiran saya tentang memimpin pujian; ada yang baik namun juga ada yang salah dan sangat berbahaya. 

Ini bukanlah bahaya yang mungkin mengancam pelayanan atau malah nyawa anda, tetapi bahaya yang membuat sikap hati anda menjadi salah dan membuat gairah anda hilang.

Jadi saya akan membahas 3 asumsi berbahaya yang sudah saya temukan dalam banyak pemimpin pujian, termasuk saya, dan memberikan beberapa soulsi yang mungkin akan bermanfaat untuk anda.

1. Berasumsi bahwa jemaat sudah siap untuk menyembah

Untuk saya, ini adalah jebakan yang hebat. Saya sudah banyak kali memimpin pujian dengan asumsi ini, tetapi saya juga seringkali duduk sebagai jemaat dan mendapati pemimpin pujian juga berasumsi demikian. 

Benar bahwa saya sudah datang ke gereja, duduk di kursi jemaat, melihat video countdown dan mendengarkan musik opening anda. Tapi itu tidak berarti saya siap untuk menyembah.

Otak saya terus berpikir. Hari saya sedang padat. Saya dan istri saya baru saja berduka tadi malam. Bos saya sangat menyebalkan. Usaha saya sedang tidak baik.

Worship Leaders, anda harus mengajak, mengingatkan, dan memanggil mereka untuk menyembah! Nyatakan lagi pada mereka betapa besar Tuhan kita. Buka Alkitab anda dan baca beberapa ayat tentang keajaiban dan kemahakuasaan Tuhan. Bawa mereka keluar dari segala pikiran mereka dan bawa mereka untuk fokus kepada Yesus.

2. Berasumsi bahwa jemaat membenci anda

Banyak worship leaders yang berasumsi bahwa jika jemaat tidak bernyanyi dan tidak terlarut dalam penyembahan, maka jemaat pasti membenci saya dan marah kepada saya

Ingatlah bahwa walaupun anda sudah mengajak jemaat untuk masuk dalam hadirat Tuhan, mereka bisa saja menolak ajakan itu.

Keputusan untuk menyembah adalah milik jemaat, bukan anda. Jadi bukannya mereka membenci anda, tapi mungkin mereka tidak mencintai hadirat Tuhan seperti biasanya.

3. Berasumsi bahwa penyembahan tergantung dari saya

Lagi-lagi, banyak worship leaders yang berpikir bahwa pujian dan penyembahan yang luar biasa dan penuh hadirat Tuhan, tergantung dari penampilan dan kemampuannya sendiri.

Saya tidak berkata bahwa Worship Leaders tidak memiliki tanggung jawab untuk memimpin dan menguatkan. Tentu saja itu tanggung jawab mereka. Tetapi ini semua bukan tentang worship leader maupun pengkotbah. Semua tentang Yesus! 

Bagaimana cara mengatasinya? Buang asumsi itu jauh-jauh. Tumbuhkan kembail rasa rendah hati anda. Cintai Yesus dan GerejaNya dengan sepenuh hati.

Chris Vacher adalah seorang Worship Pastor di C4 Church, Ajax, Ontario. Ia melayani disana sejak bulan Januari ditahun 2014. Sebelumnya, Chris adalah seorang Director of Worship di Compass Community Church, Orangeville, Ontario, sejak 2005 sampai 2013.

Sumber: www.Chrisfromcanada.com/about

Artikel diterjemahkan dan disunting oleh Tim Penyembah.Com

comments powered by Disqus