UWC2009 Session 1 Ps. Sidney Mohede
Artikel » Penyembahan Yang Mengubahkan Kehidupan (1) - Sidney Mohede | 02 Oct 2013 - 22:37

Penyembahan Yang Mengubahkan Kehidupan (1) - Sidney Mohede

Banyak dari kita adalah orang yang "munafik" yang banyak bersandar dengan pikiran kita sendiri, dan kita seringkali mencoba mengelabui jemaat yang membuat seolah-olah ada hadirat Tuhan yang kuat yang hadir. Kita hanya melakukan apa yang kita seharusnya lakukan di atas panggung/mimbar.

Panggung seringkali adalah tempat yang aneh. Panggung membuat kita menunjukkan kemampuan kita atau membuat kita mendapatkan apa yang kita butuhkan.

Hal-hal itu membuat kita lupa bahwa panggilan utama kita adalah penyembah Tuhan, bukan pemusik, pemimpin pujian, penulis lagu, dan sebagainya. Panggung membuat kita merasa keren, terpuji. Panggung membuat kita dapat menunjukkan kemampuan kita.

Tabut perjanjian dibuat oleh Musa untuk meletakkan 2 loh batu 10 Perintah Allah. Tabut perjanjian bagi orang Israel melambangkan hadirat Tuhan yang hadir di tengah-tengah mereka. Tabut perjanjian menjadi simbol kuasa kehadiran dan kemuliaan Tuhan di tengah-tengah bangsa Israel pada masa Perjanjian Lama.

1 Samuel 5:1-8
Sesudah orang Filistin merampas tabut Allah, maka mereka membawanya dari Eben- Haezer ke Asdod. Orang Filistin mengambil tabut Allah itu, dibawanya masuk ke kuil Dagon dan diletakkannya di sisi Dagon. Ketika orang- orang Asdod bangun pagi- pagi pada keesokan harinya, tampaklah Dagon terjatuh dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut TUHAN; lalu mereka mengambil Dagon dan mengembalikannya ke tempatnya. Tetapi ketika keesokan harinya mereka bangun pagi- pagi, tampaklah Dagon terjatuh dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut TUHAN, tetapi kepala Dagon dan kedua belah tangannya terpenggal dan terpelanting ke ambang pintu, hanya badan Dagon itu yang masih tinggal. Itulah sebabnya para imam Dagon dan semua orang yang masuk ke dalam kuil Dagon tidak menginjak ambang pintu rumah Dagon yang di Asdod, sampai hari ini. Tangan TUHAN menekan orang- orang Asdod itu dengan berat dan Ia membingungkan mereka: Ia menghajar mereka dengan borok- borok, baik Asdod maupun daerahnya. Ketika dilihat orang- orang Asdod, bahwa demikian halnya, berkatalah mereka: " Tabut Allah Israel tidak boleh tinggal pada kita, sebab tangan- Nya keras melawan kita dan melawan Dagon, allah kita. " Sebab itu mereka memanggil berkumpul kepadanya semua raja kota orang Filistin dan berkata: " Apakah yang akan kita lakukan dengan tabut Allah Israel itu? " Lalu kata mereka: " Tabut Allah Israel harus dipindahkan ke Gat. " Jadi mereka memindahkan tabut Allah Israel itu ke sana.

Bangsa Israel hanya mempunyai kesempatan satu kali dalam setahun untuk bisa masuk dalam hadirat Tuhan, dan itu pun tidak semua orang, hanya seorang imam yang terpilih yang boleh masuk ke dalam hadirat Tuhan. Dan jika Tuhan berkenan kepada persembahan mereka, maka Tuhan akan menghapuskan dosa bangsa Israel. Sungguh sebuah hadirat Tuhan yang penuh kuasa.

2 Samuel 6:1-3
Daud mengumpulkan pula semua orang pilihan di antara orang Israel, tiga puluh ribu orang banyaknya. Kemudian bersiaplah Daud, lalu berjalan dari Baale- Yehuda dengan seluruh rakyat yang menyertainya, untuk mengangkut dari sana tabut Allah, yang disebut dengan nama TUHAN semesta alam yang bertakhta di atas kerubim. Mereka menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru setelah mengangkatnya dari rumah Abinadab yang di atas bukit. Lalu Uza dan Ahyo, anak- anak Abinadab, mengantarkan kereta itu.

Dalam kita masuk ke dalam hadirat Tuhan, dalam kita menangani hadirat Tuhan, bukan kehendak kita yang berlaku, bukan cara kita yang berlaku, tetapi cara Tuhan. Dalam hal inilah kita sering menjadi munafik, kita menyebut diri kita penyembah Tuhan, tetapi kita memikirkan bagaimana menangani hadirat Tuhan dengan cara kita, bukan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Kita memikirkan bagaimana kita bisa menjadi tampak keren di hadapan jemaat, tapi tidak memikirkan apa yang menjadi kehendak Tuhan.

Artikel ini bersambung ke bagian 2. Klik ini untuk bagian selanjutnya.

Ps. Sidney Mohede adalah salah seorang pemimpin pujian-penyembahan paling berpengaruh yang dikenal luas dan juga seorang penulis lagu Kristen di Indonesia saat ini. Lagu-lagu serta talentanya dalam memimpin pujian-penyembahan telah mentransformasi dunia musik pujian-penyembahan di Indonesia. Sidney telah memproduksi lebih dari 35 album dan menulis lebih dari 200 lagu. Sebagai ucapan terima kasihnya kepada Tuhan atas 20 tahun pelayanannya dalam bidang pujian-penyembahan, Sidney mengadakan solo konser perdananya dengan dukungan penuh dari tim JPCC (Jakarta Praise Community Church) yang berjudul "Louder Than Life" pada 2009 di Jakarta. Saat itu, Sidney membawakan 22 "lagu terbaik"-nya bersama musisi handal lain yang membantu mengaransemen dan membawakannya dengan gaya yang baru. Sidney saat ini melayani sebagai Gembala Jaringan (Network Pastor) di JPCC. Saat ini Sidney tinggal di Jakarta bersama istrinya, Etha, serta dua anaknya, Ethan dan Chelsea.

Source: Rangkuman Kotbah Unlimited Worship Conference 2009 - Sesi 1 - Gereja Mawar Sharon Surabaya

comments powered by Disqus