UWC2009 Night Worship 3 Ps. Philip Mantofa
Artikel » Penyembahan Yang Berkenan - Philip Mantofa | 24 Aug 2013 - 23:33

Penyembahan Yang Berkenan - Philip Mantofa

Jikalau kita kehilangan suara kita, masih bisakah kita menyembah Tuhan.
Jikalau kita kehilangan suara kita, masih bisakah kita berkotbah.

Penyembahan tidak ada hubungan dengan bakat dan talenta kita. Menyembah Tuhan adalah dari hati, dari sanalah kehidupan memancar kekal selamanya.

Segala sesuatu yang berhubungan dengan menyembah adalah hal yang surgawi. Menyembah adalah tentang Yesus, bukan tentang apa yang kita katakan. Penyembahan bukan karir, sekalipun ada orang-orang yang profesional di bidang tersebut.

Ibrani 11:21
Karena iman maka Yakub, ketika hampir waktunya akan mati, memberkati kedua anak Yusuf, lalu menyembah sambil bersandar pada kepala tongkatnya.

Yakub masuk dalam daftar orang-orang beriman karena penyembahannya kepada Tuhan. Tidak ada musik atau alat musik di sana, Yakub menyembah Tuhan hanya dengan bersandar pada tongkatnya. Sebuah tongkat yang jika dibandingkan seluruh alat musik yang ada tampaknya "tidak ada artinya". Namun karena penyembahan Yakub yang dari hati itulah, nama Yakub dicatat dalam daftar tokoh-tokoh iman.

Hanya untuk mendapat penyembahan Yakub yang dari hatinya, Tuhan membentuk Yakub sedemikian rupa, mengajar Yakub sejak lahir bukan hanya secara rohani, namun juga secara fisik. Bagi Tuhan mudah memberkati kita dengan berbagai keahlian untuk menyembah Tuhan, namun Tuhan rela menghancurkan kita berkali-kali hanya untuk mendapatkan sebuah penyembahan yang lahir dari hati kita. Jangan kita sayang musik, karir, program, uang, atau diri sendiri, tapi miliki hati yang sayang Tuhan dan sayang orang, maka semua akan ditambahkan ke dalam hidup kita.

1. Penyembahan adalah kekudusan di hadapan Tuhan

Bagi Tuhan yang paling penting dari seorang penyembah adalah kekudusannya.

Yakub memang dipilih Tuhan, namun Yakub tidak kudus hidupnya. Dia menipu kakaknya dengan kacang merah, dia menipu ayahnya, dia masih menikahi Rahel, sekalipun dia sudah memiliki Lea, dan banyak lagi. Tuhan memukul pangkal pahanya hingga pincang selamanya, sebab pangkal paha melambangkan ambisi, keinginan, dan segala hawa nafsu manusia.

Penyembahan yang benar dan sejati bagi Tuhan adalah mempersembahkan tubuh kita bagi Tuhan. Di perjanjian lama penyembahan berhubungan dengan korban sembelihan, ada sesuatu yang dikorbankan. Kematian Tuhan Yesus di Perjanjian Baru melengkapi arti penyembahan di Perjanjian Lama, bukan menghapusnya.

2. Worship tidak hanya berbicara kekudusan tetapi juga kelemahan.

Yakub pada akhir hidupnya menyembah Tuhan dengan lemah lembut. Saat kita menyembah Tuhan dalam kelemahan kita, Tuhan yang menguatkan kita. Tuhan tidak suka dengan worship yang menguatkan diri sendiri. Tuhan lebih suka worship yang lahir dari sebuah kelemahan. Semakin kita menjadi kuat di dalam Tuhan, kita juga harus semakin melemahkan diri kita di hadapan Tuhan.

Berapa banyak orang ketika dia sukses, dia justru menjadi orang yang angkuh, orang yang terburu-buru. Sebagai seorang penyembah Tuhan, kita harus mengerti tentang karakter dan penundukkan diri.

Ketika Tuhan menerima penyembahan kita, Dia akan memberkati kita. Setialah dengan apa yang Tuhan percayakan, maka Tuhan akan mempercayakan hal yang lebih besar lagi. Ketika kita tidak lagi memiliki roh ketaatan dan penundukan diri, kita sesungguhnya tidak lagi menyembah Tuhan, tetapi kita menyembah diri sendiri.

Kita harus selalu lemah lembut, kita harus kudus, di area mana Tuhan menyembelih kita, itulah penyembahan yang berkenan di hadapan Tuhan.
Ingatlah untuk tetap lemah di hadapan Tuhan.

Ps. Philip Mantofa adalah lulusan Sekolah Teologia “Columbia Bible College” di British Columbia, Canada. Hari ini, beliau dipercayai sebagai Wakil Ketua Sinode Gereja Mawar Sharon, yang memimpin 70 gereja lokal di seluruh nusantara dengan jumlah jemaat 30.000 orang. Dalam usia yang sangat muda, pelayanan Ps. Philip Mantofa telah mengantarkan lebih dari 100.000 jiwa kepada Kristus. Gairah beliau adalah mengobarkan api kebangunan rohani di mana-mana, serta membangkitkan gembala dan pemimpin yang diurapi di segala bidang—khususnya di Asia. Lebih dari itu, beliau memiliki kerinduan yang besar untuk melihat setiap bangsa di atas muka bumi mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus. Beliau memiliki pernikahan yang berbahagia dengan Irene Saphira dan dikaruniai tiga anak: Vanessa, Jeremy, dan Warren.

Sumber: Rangkuman Kotbah Night Worship 3 - Unlimited Worship Conference 2009 - Gereja Mawar Sharon Surabaya

comments powered by Disqus
NEWSLETTER
Daftarkan alamat email Anda untuk mendapatkan info spesial dan terbaru dari Penyembah.com
Video