620x350 Worship1.2
Artikel » Sikap Untuk Menjadi Penyembah Yang Benar - Steve Tabalujan | 24 Jul 2013 - 10:11

Sikap Untuk Menjadi Penyembah Yang Benar - Steve Tabalujan

Banyak orang bertanya: “Apa yang dibutuhkan untuk menjadi seorang Penyembah Yang Benar?”

Kita cukup sering mendengar tentang kalimat Worship is a Lifestyle. Sebenarnya apakah arti kalimat tersebut?

Menurut saya artinya sangat sederhana, bahwa Penyembahan itu harus benar-benar HIDUP dalam kehidupan kita sehari-hari. Menghidupi kehidupan dari sebuah cinta kita terhadap hadirat Nya.

Seperti perintah Tuhan juga berbicara tentang "to LOVE the Lord your God with ALL your heart, with ALL your soul, and with your entire mind”.

Kita harus mempunyai hati dan keputusan yang selalu mencari Tuhan dan kebenaranNya dan taat kepada Roh Kudus yang ada di dalam kehidupan kita.

Penyembahan menuntut sebuah sikap kita sebagai seorang penyembah. Untuk menjadi seorang Penyembah Yang Benar, ada baiknya kita memahami apakah itu True Worship

Berikut adalah kutipan-kutipan yang dapat menyimpulkan apakah itu True Worship atau Penyembah Yang Benar.

Pertama-tama, untuk menjadi seorang penyembah yang benar pastinya kita perlu memiliki sikap yang benar. Baik sikap kita sebagai seorang pribadi atau individu maupun sikap kita sebagai seorang musisi atau pemuji yang bergerak atau melayani di bidang pujian dan penyembahan.

Apa yang saya mau bagikan kali ini akan lebih ditekankan kepada pembahasan mengenai hal-hal apa saja yang bisa diterapkan untuk kita sama-sama bisa maju dan mempunyai spirit of excellence untuk menjadi seorang penyembah Tuhan yang diurapi serta mempunyai pengetahuan yang baik dan benar dalam bermain musik. Hal-hal tersebut melibatkan “penyembahan” itu sendiri dan tentunya “skill”.

  1. Penyembahan Yang Benar tidak pernah berbicara tentang lagu, nyanyian, musik, band, sound system dan lain-lain.
  2. Penyembahan Yang Benar adalah ketika hati dan jiwa kita terhubung dengan RohNya Tuhan. Dengan kata lain, harus adanya keintiman dengan Tuhan. Ingat, Allah itu Roh.
  3. Penyembahan Yang Benar adalah sesuatu yang harus bisa dilihat dari tindakan kita sehari-hari. Penyembahan bukan sekedar kata-kata yang diucapkan atau dinyanyikan.
  4. Penyembahan Yang Benar adalah lebih dari sekedar menyanyikan lagu yang bagus atau bermain musik dengan bagus. Penyembahan Yang Benar melibatkan hati yang selalu rindu untuk menyembah DIA dalam setiap waktu, dengan berbagai cara, dan yang terpenting dengan seluruh keberadaan atau hidup kita. Tuhan tidak membutuhkan talenta atau kemampuan musik kita atau hal-hal lain yang bisa kita lakukan. Yang Tuhan inginkan adalah hati kita.

Kemudian, sebagai seorang musisi, penyanyi, pemimpin pujian, skill atau keahlian juga penting. Walaupun bukan syarat untuk menjadi seorang Penyembah Yang Benar, keahlian yang baik setidaknya menunjukkan bahwa kita mau memberi yang terbaik untuk Tuhan kita, terlebih jika kita bermain musik dalam sebuah tim. Selain itu, keahlian yang baik akan membantu pemimpin pujian dalam memimpin jemaat masuk ke dalam hadirat Tuhan.

Dalam suatu tim Pujian dan Penyembahan yang baik, pastinya juga harus ada:

  1. UNITY. Harus ada kesatuan dari semua elemen tim. Dalam Mazmur 133 berkata dari “kesatuan”, urapan akan turun.
  2. TEAM WORK yang baik. Tiap anggota tim harus saling mendukung dan melengkapi. Jauhi sifat mau menonjolkan diri sendiri.
  3. BALANCE. Harus ada keseimbangan antara sikap hati dalam memuji Tuhan dan keteraturan dalam melayani Dia. Bukan hanya hati kita tapi berikan juga “kerapihan” bermusik atau bernyanyi. Memberikan yang terbaik untuk Tuhan juga penting.
  4. CORPORATE WORSHIP. Jangan mengandalkan pemimpin pujian atau anggota tim lain dalam memuji. Semua anggota tim harus terlibat dan aktif menyembah Tuhan.
  5. SUBMISSION (Penundukan diri). Dalam tim selalu ada pemimpin, dalam hal ini pemimpin pujian. Walau kita seorang ahli musik sekalipun, ikutilah “arahan” pemimpin pujian, karena dia yang memiliki otoritas untuk memimpin.
  6. SELF MOTIVATION. Selalu dorong diri Anda untuk mau menyembah dengan segenap hati terlepas dari permasalahan pribadi Anda hari itu. Jangan menunggu didorong oleh orang lain, suasana atau hal yang lain.
  7. SPIRIT OF EXCELLENCE. Punya sikap untuk mau selalu memperbaiki diri dan memberi yang terbaik sangatlah diperlukan. Tuhan kita adalah Tuhan yang excellent karena Dia menciptakan segala sesuatunya dengan baik.

Tuhan Yesus Memberkati.

Steve Tabalujan lahir di Jakarta, 6 Agustus 1975. Dia telah mempelajari musik sejak usia empat tahun. Dia lulus dari International Yamaha Grade Examination, Japan, untuk Piano, Electone dan Fundamental grd. 5 & 4. Grade 8 untuk Piano dari Royal School of Music, London. Dia bergabung sebagai anggota JOC (Junior Original Concert) in 1985-1991. Dia mendapat banyak penghargaan dari beberapa festival band baik lokal maupun nasional. Steve Tabalujan lulus sebagai Bachelor of Music in Piano Perfomance dari Sweelinck Conservatorium Amsterdam, Amsterdam Hogeschool voor de Kunsten. Steve adalah seorang musisi, penulis lagu, arranger, pengajar piano dan salah seorang pemimpin kelompok sel di gereja JPCC.

Artikel disunting oleh Tim Penyembah.Com

comments powered by Disqus