620x350 Girl worshipping bright low res
Artikel » Penyembahan yang Sejati - Russell Henderson | 15 Mar 2013 - 17:24

Penyembahan yang Sejati - Russell Henderson

Apakah penyembahan yang sejati itu? Dunia hari ini tampaknya telah membuat industri dari sebuah penyembahan. Kita mempunyai CD “penyembahan” dan artis “penyembahan”. Gereja bahkan mempekerjakan pastor di bidang “penyembahan” untuk memimpin jemaat dalam menyanyikan lagu-lagu “penyembahan”. Tetapi, apakah sesungguhnya penyembahan itu dan bagaimana Alkitab mendefinisikan penyembahan?

Untuk memahami apakah itu penyembahan, kita perlu mengerti perbedaan antara “penyembahan” dan “puji-pujian”. Setiap kali kita berbicara mengenai musik di gereja, secara otomatis kita mengkategorikannya sebagai “pujian dan penyembahan”. Tetapi, jika kita melihat apa yang Alkitab katakan mengenai penyembahan, hal ini tidak ada hubungannya dengan musik, gaya, denominasi gereja, ataupun hal lainnya.

Ketika kita melihat kata “puji-pujian” di Alkitab, hal ini selalu diartikan sebagai suatu bentuk ekspresi: mengangkat tangan, berteriak, menari, berlutut, menyanyi, memainkan alat musik, dan lain-lain. Puji-pujian selalu dalam bentuk yang nyata, dapat dilihat atau didengar. Penyembahan, di sisi lain, selalu mengacu pada bentuk pengorbanan atau kerendahan hati.

Dalam Kejadian 22, Allah berfirman kepada Abraham untuk pergi mengorbankan anaknya, Ishak, dan Abraham memperhitungkan hal ini sebagai penyembahan kepada Allah. Mazmur 95 berkata, “Masuklah, marilah kita sujud menyembah.” Roma 12:1 mengatakan kepada kita untuk mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, dan hal itu dipertimbangkan sebagai suatu tindakan spiritual dari penyembahan. Dalam kitab Wahyu, kita melihat kedua puluh empat tua-tua terungkur dan menyembah kepada Bapa. Definisi penyembahan, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, adalah untuk bersujud atau merendahkan diri. Penyembahan adalah kerendahan hati.

Lalu, mari kita melihat apa yang Yesus katakan dalam Yohanes 4:24. “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Yesus berkata, agar kita dapat menyembah Allah, kita harus datang kepadaNya di dalam roh, sama seperti Dia yang adalah Roh. Dalam kisah Perjanjian Lama, tidak ada jalan bagi manusia untuk datang mendekat kepada Allah. Manusia benar-benar terpisahkan dari Allah karena dosa. Tetapi, karena karya keselamatan Yesus Kristus yang telah selesai di atas kayu salib, Ibrani 4 berkata bahwa kita sekarang mempunyai hubungan langsung kepada Bapa, tetapi kita harus terlebih dahulu melalui karya penebusan Yesus Kristus. Hanya sesudahnyalah kita akan mempunyai Roh sehingga kita dapat bersekutu dengan Allah.

Kita juga mengerti bahwa Yesus berkata, “Akulah jalan, dan kebenaran, dan hidup.”. Allah adalah Roh dan Yesus adalah kebenaran. Yohanes 16 juga menyebutkan bahwa Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, sehingga sekarang kita dapat berhubungan secara langsung kepada Bapa dan kita harus datang juga menyembah sebagaimana seharusnya.

Yesus berkata bahwa Bapa sedang mencari mereka yang akan dengan sungguh-sungguh menyembah. Kita tidak perlu lagi membawa persembahan atau pengorbanan, karena itu adalah jenis penyembahan seperti yang tertulis dalam Perjanjian Lama. Namun, Paulus dalam Roma 12 berkata, kita sekarang harus mempersembahkan diri kita sebagai persembahan yang hidup. Dengan kata lain, kita harus datang kepada Allah dengan penuh kerendahan hati dan meletakkan keinginan pribadi kita, sehingga Allah dapat melakukan kehendakNya yang sempurna atas kita.

Kerendahan hati berarti meletakkan segala keinginan pribadi kita. Hal ini adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan, namun Daud berkata, “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.” (Mazmur 51:17). Kata “hati” diartikan sebagai keinginan. Allah sedang mencari keinginan yang benar-benar patah dan hancur karena Dia tidak dapat melaksanakan kehendakNya ketika ada kehendak kita yang menghalanginya. Bahkan, Yesus berkata, “Bukan kehendakKu, melainkan kehendakMu yang jadi.”

Jadi, karena salib, sekarang kita dapat berhubungan langsung kepada Bapa. Namun, masih ada hal-hal yang diperlukan untuk dapat datang kepada Bapa. Jika seseorang belum menerima pengampunan dan Roh Allah, pemisah tersebut masih ada. Tetapi, saat seseorang datang dan menerima kuasa penebusan Yesus Kristus, dia dapat berhubungan langsung secara total kepada Bapa.

Untuk dapat menyembah kepada Bapa seutuhnya dalam Roh dan Kebenaran seseorang harus belajar mengenai kerendahan hati. Seseorang harus belajar dari Yesus, Sang Penyembah yang Sejati, yang “merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib” (Filipi 2:8).

Russell Henderson adalah penulis lagu dan pemimpin pujian-penyembahan. Dia juga adalah penemu IGNITE Worship Ministries yang berpusat di St. Louis, MO, USA. Dia telah memimpin penyembahan selama 10 tahun di St, Louis, MO dan di Panama City, FL. Dia mempunyai kerinduan untuk melihat orang-orang masuk kepada penyembahan yang sejati dan pengalaman manisfestasi hadirat Allah yang selalu baru. Dia adalah pastor di bidang pujian-penyembahan di St. Peters Assembly of God in St. Peters, MO, USA.

Sumber: www.ExperiencingWorship.com

Artikel diterjemahkan dan disunting oleh Tim Penyembah.Com

comments powered by Disqus