620X350 IsraelHoughton
Artikel » Mempraktekkan Hadirat Tuhan - Bincang Santai bersama Israel Houghton (1) | 14 Feb 2013 - 03:52

Mempraktekkan Hadirat Tuhan - Bincang Santai bersama Israel Houghton (1)

Setelah sukses yang mencolok dengan dua persembahan studio yang mengumpulkan Grammy berturut-turut 2 kali bagi Israel sebagai artis solo (Best Pop / Contemporary Gospel Album 2009, 2010), ia kembali dengan New Breed, dan bersama-sama mereka kembali ke akar mereka dengan mereka pada Agustus 2012 dengan merilis “Jesus at the Center”. Persembahan baru berupa rekaman secara langsung yang direkam bersama komunitas kediaman Houghton di Gereja Lakewood di Houston, Texas, di mana dia menjabat sebagai pemimpin pujian dan penyembahan. Dan alasan semua ini menjadi relevan jika ada seorang pemimpin tunggal yang memahami pentingnya keunggulan dalam memimpin pelayanan ibadah sekaligus memastikan kuasa dari kehadiran Roh Kudus dinyatakan, dialah Israel Houghton.

"Kami selalu mendengar pemimpin pujian dan penyembahan mengatakan, ‘Kita berada di sini bukan untuk melakukan pertunjukkan, kita berada di sini hanya untuk menyembah.’” Demikianlah Houghton memulai. "Yah Anda bisa melakukannya di rumah. Melihatlah ke sekeliling, ada sejumlah besar orang di sini yang memiliki sesuatu kesamaan. Mereka mencari inspirasi. Mereka mencari seseorang untuk mengantar mereka ke hati Yesus. Anda memiliki peran untuk bermain. ... Dan saya menyadari kita harus melewati suatu tempat dimana hanya ada tentang musik di sana. Pada akhirnya, ini harus benar-benar menjadi tentang membawa orang-orang ke tempat di mana mereka mengatakan, 'Wow. Saya mendengar suara Tuhan sekarang. Saya merasakan kekuatan yang tidak saya rasakan ketika saya tiba di sini. '"

Menghibur Kami?

Melakukan pertunjukkan berarti "untuk menyajikan (bentuk hiburan) kepada penonton." Jadi mungkin kami memiliki beberapa masalah dengan kata "hiburan." Namun, hiburan adalah bagian dari banyak pelayanan. Jika pendeta Anda tidak menghibur Anda, Anda hanya akan mendengarkan dalam lima menit pertama dari khotbahnya. Tentu saja hal-hal ini sifatnya bervariasi. Jika semua yang dia lakukan selama 45 menit adalah menghibur jemaat, maka kita akan memiliki masalah.

"Ada saat-saat lain ketika produksi menjadi sangat menakjubkan dan dramatis, yang mana Anda dapat melihat adanya inspirasi di dalamnya. Tapi kadang-kadang dalam melakukan pertunjukkan, pendekatan yang paling sederhana, yang dikupas ke bawah, yang diskalakan kebawah, mungkin menjadi yang terbaik. Di gereja saya, salah satu hal yang kita lakukan sebagai sebuah tim adalah memeriksa upaya yang kita lakukan dalam ibadah Paskah. Untuk akhir pekan Paskah kita menuangkan upaya besar dalam bagaimana lagu akan terstruktur, bagaimana kami akan membawakan hal itu, kita merencanakan hal yang akan kita lakukan dengan drum besar ini. Apapun itu. Saya bertanya kepada tim kami, "Bagaimana jika kita melakukan hal seperti ini setiap minggu?" Hanya melakukan hal seperti ini dengan maksimal setiap minggu? Setiap beberapa bulan di Lakewood, saya harus mengingatkan tim kami sebagaimana saya mengingatkan diri saya juga: kita tidak berada di sini karena kita adalah musisi terbaik yang dapat mereka temukan, kita berada di sini karena Allah mengatur hal itu. Hanya ada 52 hari Minggu dalam setahun. Anda memiliki 52 peluang dengan jemaat yang Allah percayakan untuk Anda memimpin tiap tahun.

Jangan Menyakiti

Intinya dalam hal ini adalah menghindari pertunjukkan justru memberikkan dampak buruk daripada dampak yang baik. Houghton menjelaskan, "Dari sudut pandang saya, pertunjukkan yang buruk adalah ketika seseorang sedang memimpin dan mereka mungkin juga memiliki tanda yang mengatakan, 'Lihatlah aku. Aku akan mengesankan Anda.’ Itulah yang saya sebut sebagai pujian dan penyembahan yang timpang. Sedangkan pujian dan penyembahan yang sehat, yang saya minta dari tim saya baik di Lakewood dan dengan New Breed, memahami bahwa kita berada di sini untuk cara sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri dan kita secara agresif mengejar itu saat ini.

"Itulah mengapa pertunjukkan adalah sebuah kata yang sulit bahkan untuk saat ini. Karena saya ingin menjadi bagian dari yang menginspirasi Anda untuk menyembah Allah, dan saya tahu bahwa beberapa inspirasi datang berasal dari kesempurnaan. Saya tidak bodoh, saya memahami bagian tersebut. Tetapi bukannya mengandalkan Yesus, contoh cara memimpin yang keliru adalah bergantung pada kemampuan, pada talenta. Hal ini pada intinya telah sampai pada titik dimana kita mencoba menyenangkan orang-orang melalui talenta kita. 

Artikel ini bersambung ke bagian 2. Klik ini untuk bagian selanjutnya.

 

Israel Houghton adalah pemimpin ibadah yang diakui secara internasional, penulis lagu, dan produser. Dia telah terlibat dalam pelayanan ibadah penuh waktu sejak tahun 1989. Dia adalah Direktur Nasional Musik dan Ibadah untuk "Champions for Christ",  sebuah pelayanan yang sangat berdampak bagi perguruan tinggi dan atlet profesional dengan Pastor Greg Ball. Dia juga memimpin ibadah secara teratur di Gereja Lakewood di Houston, TX. dengan Pastor Joel Osteen. Israel dan Meleasa mendirikan "New Breed Ministries" pada tahun 1995. Terdiri dari musisi kelas dunia dan penyanyi yang ahli di gereja mereka masing-masing. Mereka bepergian dengan pesan yang melintasi batas-batas budaya, generasi, dan denominasional.

Sumber: www.WorshipLeader.com

Artikel diterjemahkan dan disunting oleh Tim Penyembah.Com

comments powered by Disqus